5 Fakta Tentang Kelebihan Coconut Groove Soap Dibanding Sabun Komersil Lainnya

In Tentang Sabun on
  1. Coconut Groove Soap tidak mengandung SLS dan SLES. Sabun yang banyak dijumpai di pasaran meskipun disebut sabun sebenarnya adalah Sodium Lauryl Sulfate (SLS) dan Sodium Laureth Sulfate (SLES) merupakan bahan dasar pembuatan detergent. SLS berfungsi sebagai surfactant (Surface Active Agent) atau agen pembersih. Karena bersifat pembersih, maka lemak-lemak yang berfungsi untuk melindungi kulit juga ikut larut, sehingga kulit menjadi kering dan bisa membuat kulit iritasi.
  1. Coconut Groove Soap kaya akan gliserin sehingga sehabis mandi kulit tidak terasa kering bahkan untuk wajah. Sedangkan mandi dengan sabun komersial, kulit akan terasa kering, hal ini disebabkan karena gliserin alami yang terbentuk selama proses pembuatan sabun dipisahkan untuk pembuatan lotion maupun pelembab.
  1. Coconut Groove Soap dibuat dengan menggunakan sistem dingin atau cold process. Dalam pembuatan sabun ada 3 macam sistem yang bisa digunakan, pertama ada sistem dingin yang membutuhkan waktu minimal 3 minggu masa “curing” untuk kemudian siap digunakan, kedua sistem panas yang menggunakan oven namun tekstur sabun yang dihasilkan dari sistem ini tidak sebagus hasil sistem dingin, dan ketiga sabun transparan yang prosesnya jauh lebih rumit.
  1. Coconut Groove Soap terbuat dari minyak kelapa 80% dan minyak jagung 20% sehingga kaya akan vitamin E. Busa yang dihasilkan juga tidak begitu mencemari lingkungan sekitar karena tidak mengandung bahan berbahaya seperti SLS atau pengawet.
  1. Bahan tambahan Coconut Groove Soap hanya menggunakan bahan alami seperti kunyit, kopi, arang aktif/ charcoal, bubuk matcha, bubuk daun mint, minyak esensial lavender, atau papermint. Dibuat secara sederhana dengan penuh cinta.

Lihat Video Proses Pembuatan Coconut Groove Soap

Komentar (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*