5 Fakta Tentang Sabun Secara Umum Yang Penting Anda Ketahui

In Tentang Sabun on
  1. Sabun adalah hasil reaksi dari campuran minyak/lemak dengan NaOH atau dikenal sebagai saponifikasi. Ia adalah salah satu senyawa kimia tertua yang pernah dikenal. Ada berbagai kisah di mengenai sejarah sabun yang mungkin akan kami bahas pada postingan lain.
  1. Sabun memiliki sifat-sifat sebagai berikut :
    • Sabun adalah garam alkali dari asam lemak suku tinggi sehingga akan dihidrolis parsial oleh air yang menyebabkan larutan sabun dalam air bersifat basa.
    • Jika larutan sabun dalam air diaduk maka akan menghasilkan buih, namun peristiwa ini tidak akan terjadi pada air sadah (kapur sirih). Sabun dapat menghasilkan buih setelah garam-garam Mg atau Ca dalam air mengendap.
    • Sabun mempunyai sifat membersihkan yang disebabkan proses kimia koloid sabun (garam natrium dari asam lemak), digunakan untuk mencuci kotoran yang bersifat polar maupun non polar, karena sabun mempunyai gugus polar dan non polar.
  1. Reaksi pembuatan sabun (saponifikasi) menghasilkan sabun sebagai produk utama dan gliserin sebagai produk samping. Gliserin yang berfungsi melembabkan kulit dan menyerap air di udara. Karena gliserin bernilai jual tinggi, beberapa produsen sabun yang memilih mengekstrak gliserin dari sabun yang ia gunakan untuk digunakan kembali ke dalam produk yang lebih mahal, body lotion misalnya.
  1. Sabun merupakan garam yang terbentuk dari asam lemak dan alkali. Sabun dengan berat molekul rendah akan lebih mudah larut dan memiliki struktur sabun yang lebih keras.
  1. Jenis alkali yang umum digunakan dalam proses saponifikasi adalah NaOH dan KOH. NaOH atau yang biasa dikenal dengan soda kaustik dalam pembuatan sabun, merupakan alkali yang paling banyak digunakan dalam pembuatan sabun padat. KOH digunakan untuk membuat sabun cair karena sifatnya mudah larut dalam air.

Komentar (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

%d blogger menyukai ini: